Memisah fitur manage enterprise dengan fitur general untuk menjaga 99% SLA Uptime
Designer approach untuk merapikan flow development dan menjaga uptime aplikasi.
Dalam bisnis pelayanan digital, SLA Uptime adalah salah satu garansi yang bisa menunjukan apakah bisnis ini user centered dan berkualitas ataukah tidak.
1. Problem Statement
Fitur Enterprise dan General yang berada dalam satu platform menyebabkan setiap rilis/hotfix Enterprise berisiko membuat web dalam mode maintenance. Hal ini mengancam SLA Uptime 99% dan merusak trust user.

Apa yang bisa kita lakukan? : Bagaimana caranya agar ketika fitur enterprise rilis ataupun ada issue, fitur umum tetap bisa digunakan (seperti fitur tanda tangan, baca/kirim dokumen dll).
2. Research & Discovery
- Mapping data & dependency bersama tim Data & Engineering.
- User research dengan admin enterprise mengungkap pain point: mereka sering bingung membedakan pengaturan enterprise vs general, dan khawatir perubahan besar mempengaruhi operasional harian mereka.
Key Insight: Pada awalnya bergabungnya manage fitur enterprise dengan general berjalan lancar. Namun seiring banyaknya fitur advance dari manage fitur enterprise berpotensi membuat banyak kendala terutama saat proses production atau ketika ada hotfix.

Gambar fitur enterprise (Handover document) yang bergabung dengan fitur general (List document)
3. Solution Approach
Sebelumnya, fitur Handover Document (Enterprise) bercampur dengan Document List (General) dalam satu dashboard.
Setelah improvement:
- Membuat dedicated Enterprise Admin Center sebagai web terpisah.
- Visual & UX Improvement:
- Look & feel yang jelas berbeda (clean tone + enterprise-grade navigation).
- Visual hierarchy yang lebih baik dengan card-based layout dan clear sectioning.
- Improved information architecture — fitur enterprise dikelompokkan secara logis (User Management, Billing, Setting, dll).
- Micro-interaction yang lebih smooth saat switching antar modul.
- Two-way shortcut (floating button + top navigation) untuk berpindah cepat ke General App dan sebaliknya.
Design Decision & Trade-off Kami memilih separation of concerns untuk isolation risiko teknis dan clarity UX. Trade-off-nya adalah admin perlu beradaptasi dengan workspace baru, sehingga kami mitigasi dengan guided onboarding, email notification, dan in-app tour.

FItur Handover document yang berada di Admin Center (sebuah web baru yang menjadi pusat admin mengelola enteprise).
4. Results
- Engineering: Risiko downtime akibat rilis Enterprise turun menjadi hampir 0%.
- User: 87% admin enterprise melaporkan lebih cepat dalam pengoperasian fitur (dari internal survey).
- Business: Confidence tim Engineering naik signifikan, SLA 99% lebih konsisten terjaga.
Gambar halaman utama fitur Admin center. Terdapat shortcut untuk menuju aplikasi utama (vice versa).
5. Key Learnings
Dari hal ini saya belajar bahwa perlunya pertimbangan dengan matang sebelum melakukan design & development terkait penggabungan antara 2 atau lebih fitur yang berbeda fungsi, meskipun secara flow mudah dipahami user. Design decision juga harus melihat forecast bagaimana sebuah fitur itu akan berkembang agar tidak menjadi issue di belakang. Pemisahan ini bukan sekadar “memindah fitur”, melainkan redesign arsitektur informasi dan pengalaman yang lebih matang untuk segmen enterprise.
